Rabu, 22 April 2015

Cara merawat ular

Cara merawat ular



Walaupun menakutkan, tenyata ular bertemperamen lembut, patuh, ramah, dan suka berteman….

Ular bertubuh gilik (kecil dan bulat memanjang), hampir tidak ada batas antara kepala, leher, dada, perut, pinggul, sampai ekor. Matanya bulat dan relatif besar. Pelupuk matanya tidak berkedip. Ia memiliki lubang telinga, tetapi tanpa daun telinga.

Hewan ini tidak mempunyai kaki. Seluruh tubuhnya dibungkus oleh kulit halus, elastis, dan bersisik mengkilap.

Di habitat aslinya, ular dapat hidup di tanah, pohon, liang dalam tanah, sampai perairan tawar maupun asin (laut). Ular terdapat di seluruh wilayah dunia, kecuali benua Antartika. Menurut para ahli biologi, di Kepulauan Hawai, Eslandia, Selandia Baru, dan Irlandia pun terdapat ular (nature snakes) meskipun bukan hewan asli wilayah itu.


1. Kulitnya mengembang elastis

Seluruh tubuh ular dibalut kulit yang elastis sehingga pergerakan tubuhnya sangat lentur. Kulit yang elastis ini memungkinkan ular meregang dan mengembang saat menelan mangsa. Saat tubuh sedang mengembang, antara sisik dan kulit yang terkembang tampak sangat tipis. Lapisan epidermis kulit luar dapat kasar atau halus. Sisiknya tersusun rapi dari yang besar sampai kecil. Sisik ini sebenarnya merupakan “tulang kulit” yang disebut dermalcore atau osteoderm dan ada yang tersusun tumpang tindih (overlapping).

2. Mampu melingkar dan melilit

Proses evolusi menyebabkan tulang dada dan kaki ular hanya tinggal bekasnya saja. Sisa-sisa tulang pinggul (pelvis) dan paha (femur) pada ular boa, ular cacing (worm snakes), dan ular phyton lebih jelas. Ular memiliki 200—300 ruas tulang belakang (vertebrae) yang masing-masing dilengkapi tulang iga, kecuali dua tulang leher pertama. Tulang belakang dan tulang iga mempunyai persendian (artikulasi) yang sangat luwes. Itulah sebabnya ular mampu melakukan gerakan melingkar, melilit, mengembang, atau mengempis.

Otot tubuh terbagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menggerakkan tulang belakang dan tulang rusuk. Kontraksi otot di sebelah badan dapat menghasilkan kontraksi bergelombang secara berurutan ke otot berikutnya. Otot-otot antartulang rusuk dan dada dipakai untuk pergerakan pernapasan, ikut membantu ular menelan mangsa, dan menjalar.

Otot-otot bagian kepala dan rahang dapat berkontraksi dan mengendor (relaksasi) begitu luwesnya sehingga mampu menggerakkan tulang-tulang kepala agar rahang dapat membuka lebar. Demikian pula kontraksi otot yang melayani kelenjar bisa. Namun, otot yang menggerakkan bola mata (musculus retractor bulbi) tidak ada.

3. Memiliki lidah yang panjang

Lidah yang panjang dan silindris berfiingsi sebagai indera perasa dan peraba. Lidah dapat dijulurkan melalui noktah tengah yang berada di bibir bawah sehingga ular mampu menjulurkan lidah tanpa harus membuka mulut. Perilaku menjulurkan lidah inilah yang menjadi salah satu daya tariknya.

Umumnya lidah berwarna hitam, tetapi adakalanya berwarna merah terang atau kebiruan. Walaupun panjang dan bergerak sangat dinamis, lidah bukan sebagai alat bantu menelan.

Sebagai indera perasa, lidah ular dipakai untuk mengenali lingkungan baru dengan cara dijulurkan ke luar agak lama. Bila ada makanan atau benda baru di dekatnya, ular akan menjulurkan lidah dan menyentuhkannya berkali-kali sebelum menelan atau menolaknya. Bila timbul rangsangan istimewa maka lidah akan dijulurkan dan bergetar.

B. Jenis yang Disukai

Yang banyak dipelihara: boa, python, ratsnake, kingsnake, milksnake, bulhnake, pine snake, gopher snake, garter snake, rattle snake, water snake.
Ular mempunyai temperamen yang sangat bervariasi, baik an-tara ular sejenis maupun yang berbeda jenis. Tidak berlebihan bila dikatakan temperamen ular sangat individual.

Memelihara ular boa dan python harus sejak dini. Ini disebabkan walaupun dipelihara dalam kandang, tubuhnya dapat menjadi sangat besar. Ular boa konstriktor (ular boa pembelit), bila dipelihara sejak bayi, akan memiliki temperamen yang lembut, patuh, ramah, dan suka berteman sehingga sangat cocok untuk hewan peliharaan. Ular python dewasa sulit diperkirakan sifatnya dan mungkin tidak dapat dicampur dengan sesamanya karena suka cekcok meskipun telah diperlakukan dengan baik. Ular dewasa yang ditangkap dari habitat aslinya jangan dipelihara, kecuali boa california yang memang sifat alaminya pemalu.

Jangan memilih jenis ular berbisa atau langka (dilindungi undang-undang) karena sangat berbahaya. Jenis ulat berbisa antara lain taliwangsa, bandotan, beludak, kobra, dan taipan. Sementara jenis ular langka antara lain welang dan weling.

C. Kandang dan Perlengkapannya

Kandang yang baik:

– berdinding kuat, aman, dapat dilihat dari luar
– beratap kuat, aman
– berlantai halus, empuk, bersih
Gerakan u!ar lambat. Ia suka menggulungkan atau melingkarkan tubuhnya serta merayap horisontal atau vertikal. Untuk itu, kandang tidak perlu yang tuas, tetapi harus cukup tinggi.

Kandang bentuk akuarium (dari kaca atau plexiglass) cocok untuk ular piaraan. Dengan kandang ini, keadaan lingkungannya dapat terjaga dan pemelihara dapat menikmati ular dari luar. Sementara kandang berdinding kawat kurang cocok untuk ular. Ini disebabkan keadaan lingkungan belum tentu sesuai untuk ular walaupun pemelihara dapat menikmatinya dari luar. Oleh karena suka meloloskan diri, ular dapat terluka oleh kawat.

Atap dan lantai harus tidak bercelah. Untuk itu, jangan membuat atap dan lantai dari kawat kasa berlubang. Sebagai bahan lantai yang terbaik, dapat digunakan karpet berbulu halus, kertas handuk, kertas koran pembungkus, atau kertas licin. Untuk lantai ini, jangan sekali-kali menggunakan kayu gergajian, sekam padi, hancuran tongkol jagung, kerikil, atau pasir karena bahan ini sulit dibersihkan dan dapat tertelan ular.

Kandang perlu dilengkapi kotak persembunyian dari papan, pohon, kayu, bebatuan. Perlengkapan ini digunakan ular untuk memenuhi perilakunya seperti di habitat asli, yaitu bersembunyi, memanjat, melingkar, atau kamuflase (penyamaran kulit).

Kandang perlu diberi lampu UV agar kebutuhan sinar ultraviolet untuk sintesis vitamin D3 terpenuhi. Pemberian ini terutama pada kandang yang tidak terkena sinar matahari atau saat mendung. Namun, suhu kandang perlu diperhatikan agar ulat tidak kepanasan atau kedinginan. Ular boa konstriktor dan phyton memerlukan suhu siang hari antara 28—30° C dan malam hari antara 22—24° C. Sementara ular asli dari Amerika menyenangi tempat dengan suhu lingkungan rata-rata 22—27° C. Lampu ini perlu diberi berongsong agar kulit ular tidak kontak dengan lampu. Lampu UV harus dinyalakan siang hari selama 10—12 jam. Bila mendung atau gelap, lampu dinyalakan 12—14 jam.

Kandang pun perlu dilengkapi dengan kolam untuk berendam agar stabilitas suhu dan kelembapan tubuh dan kandang terpelihara. Kolam dibuat dari beton yang diplester. Luas dan dalamnya disesuaikan dengan tubuh ular.

Kandang dan peralatannya sebaiknya disucihamakan setiap 2—4 minggu sekali. Upaya ini sangat diperlukan agar kesehatan ular terjaga dan penampakannya enak dipandang.

D. Makanan

Makarum ular peliharaan: makanan hewani yang bukan hewan hidup
Alat untuk memberi makan: penjepit dari kayu atau bambu
Di habitat aslinya, ular merupakan hewan pemburu mangsa. Namun, ular peliharan tidak perlu diberi mangsa hewan hidup karena hanya akan mencelakakan ular. Biasanya mangsa hidup akan memberi perlawanan saat akan dimangsa. Daging, telur rebus, ikan, ayam potong yang sudah dibersihkan bulunya, dan bahan lain dapat diberikan. Ular yang instingnya sudah terlanjur berkembang sebagai pemburu perlu sedikit demi sedikit diajari perilaku makannya.

Saat memberi makan, kita perlu berhati-hati karena ular yang sedang lapar sangat berbahaya. Jangan memberi makan langsung dari genggaman tangan. Berikan makanan dengan menggunakan penjepit dari kayu atau bambu yang cukup panjang. Waktu pemberian makan perlu disesuaikan dengan usia, yaitu ular muda 1—2 kali seminggu, ular dewasa 1—2 minggu sekali, dan ular tua 3—6 minggu sekali.

E. Pemeliharaan

Tanda-tanda ular sehat:

– badan tampak kompak
– kulit dan sisik tampak mulus, mengilap, dan teratur
– Gerakan merayap bergelombang sangat berurutan
– mata jernih dan bersih
– lidah bergerak sangat luwes
1. Perilaku susah makan

Ular peliharaan sering susah makan. Memang ular bisa tahan tidak makan dalam jangka lama. Namun, terkadang waktu tidak sangat larna. Penyebab susah makan antara lain ular baru ditangkap, menjelang atau menghadapi proses ganti kulit, sedang bunting, menderita obesitas, sedang berahi, sakit, atau suhu lingkungan terganggu.

Ular yang susah makan dapat diatasi dengan pemberian makanan hidup. Usapkan mangsa ke bagian yang sensitif ular seperti lubang hidung, mulut, dan lidah serta lakukan gerakan seakan-akan mangsa melakukan perlawanan. Makanan diberikan malam hari.

2. Pergantian kulit

Secara periodik ular mengalami ganti kulit yang disebut ecdysis (shedding) sebanyak 4—8 kali setahun. Pada tahun pertama umurnya, proses ecdysis lebih sering terjadi dan akan berkurang sesuai suhu udara, frekuensi makan, porsi makan, dan aktivitas.

Proses ini didahului oleh masa tidak makan selama seminggu. Matanya tampak sayu berwarna putih kobiruan karena pelindung matanya mulai lepas. Setelah itu, kulit lamanya di kepala dirobek dengan cara digosokkan pada benda keras atau agak kasar. Dari kepala secara berangsung seluruh kulit lama di tubuhnya akan terlepas.

Proses ecdysis akan berlangsung cepat dan mulus kalau kondisi tubuhnya sehat. Bila kurang sehat, akan ada banyak bagian kulit lama yang tidak dapat terlepas sendiri sehingga dapat dibantu dengan cara dikuliti yang terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air hangat-hangat kuku.

3. Problem kesehatan

Problem kesehatan pun selalu dialami ular, baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Problem kesehatan bagi ular ini dapat berupa penyakit bukan karena parasit maupun penyakit karena parasit.

a. Muntah

Muntah atau regurgitasi sering dialami ular peliharaan. Penyebabnya antara lain pemelihara terlalu cepat memindahkan ular begitu selesai memangsa makanannya, suhu lingkungan dingin (kurang dari 23° C, atau mengalami gangguan pencernaan. Kalau penyebabnya terlalu cepat dipindahkan, biasanya muntahannya masih utuh dan tidak berbau. Sementara kalau penyebabnya suhu lingkungan dan gangguan pencernaan (penyumbatan) maka biasanya muntahannya sudah sedikit dicerna dan berbau.

Mengatasi problem tersebut dapat dengan membiarkan ular tenang setelah makan, memberikan kehangatan pada kandang, atau berkonsultasi dengan dokter hewan.

b. Susah buang air besar

Sulit buang air besar (konstipasi) pada ular disebabkan oleh kebiasaan menelan mangsa secara utuh atau suhu lingkungan yang menurun. Mangsa utuh memiliki bahan yang sulit dicerna seperti bulu, kulit, atau tulang sehingga dapat menyumbat usus.

Untuk mengatasinya, ular dicelupkan dalam air hangat 20—30 menit sehari selama 1—2 hari. Bila disebabkan oleh mangsanya, upaya pertolongannya dapat dikonsultasikan dengan dokter hewan.

c. Batu dalam kloaka

Dehidrasi ini dapat menyebabkan air kencing mengering yang adakalanya meninggalkan endapan berupa batu asam urat dalam kloaka. Mengatasi hal ini hanya dapat dilakukan oleh dokter hewan.

d. Prolapsus kloaka

Prolapsus kloaka merupakan kloaka yang menyembul ke luar. Penyebabnya antara lain ular sering mengejan, serangan parasit, batu dalam kloaka, atau telurnya besar dan banyak saat bertelur. Untuk mengatasinya sebaiknya Anda perlu berkonsultasi dengan dokter hewan.

e. Luka bakar

Luka bakar terjadi karena ular menyentuh lampu pemanas. Untuk itu suhu lingkungan harus tetap stabil antara 23—28° C. Alat pemanasnya harus diberongsong dengan bahan yang bukan penghantar panas. Luka diobati dengan Betadine skin lotion 1% dan suntikan antibiotika Ampicilin (20 mg/kg) atau Enrofloxacin (5 mg/kg). Suntikan diberikan sehari sekali selama 5—7 hari berturut-turut.

f. Luka lecet

Luka lecet (vulnus) sering terdapat pada sekitar mata dan mulut ular. Luka-luka ini timbul karena perlawanan mangsa hidup atau bahan kandang yang kasar dan tajam. Luka dapat dicuci dengan larutan antibotika Rivanol atau Betadin skin lotion 1%. Setelah dibersihkan, dioleskan salep berupa campuran antibiotika dan sulfa.

g. Tumor dan kanker

Ular dapat menderita tumor yang merupakan pertumbuhan tidak normal dari sel-sel tertentu, tetapi jinak. Sementara tumor ganas disebut kanker. Adanya tumor atau kanker hanya dapat diketahui saat autopsi ular mati. Kanker pada ular umumnya kanker organ dalam dan kanker darah, Hingga saat ini, obatnya belum ada.

h. Mulut busuk

Luka dalam mulut dapat menyebabkan mulut busuk karena merupakan pintu masuk kuman pembusuk. Gejalanya ialah keluar air liur serta gigi, gusi, dan bibir menjadi merah hingga berdarah. Bila tidak diobati, di sekitar pangkal gigi terbentuk nanah yang akan menyebabkan tanggalnya gigi.

Diagnosis dan pengobatannya hanya dapat dilakukan oleh dokter hewan. Pengobatan tersebut dimulai dengan pemberian suntikan vitamin A, B kompleks, dan C serta antibiotika. Selain itu, luka dapat diolesi antibiotika atau antiseptika. Pemberian makanan cair buatan atau bubur bayi pun perlu dilakukan melalui selang karet (ukuran 20—50 ml) ke dalam mulutnya.

i. Penyakit mata

Infeksi mata ringan diobati dengan asam borik, lalu ditetesi obat mata atau salep yang mengandung antiinflamasi (Prednison) atau antibiotika (Neomisin, Chloramfenikol, Tetrasiklin). Pemberiannya tiga kali sehari 2—3 tetes selama 5—7 hari. Sementara infeksi berat perlu diberi suntikan antibiotika seperti Ampisilin (20—50 mg/kg), Amikacine (5 mg/kg setiap 72 jam), Piperacillin (100 mg/kg setiap 48 jam), atau Baytril (5 mg/kg selama 5 hari). Ular pun perlu suntikan vitamin A (2.000 IU), B kompleks (50 mg), dan C (20 mg) setiap minggu.

j. Penyakit virus

Virus dapat menyerang alat pernapasan, pencernaan, reproduksi, dan susunan saraf. Virus yang sering menyerang ular ialah virus encephalitis (menyerang saraf otak). Pencegahannya hanya dapat dilakukan melalui karantina ular yang sakit. Ini disebabkan penyakit ini belum ada vaksin maupun obatnya.

k. Penyakit jamur

Jamur yang menyerang tubuh bagian luar disebut dermatomycosis, sedangkan jaringan dalam tubuh disebut systemic mycosis. Jamur yang menyerang kulit antara lain Aspergillus (Paecilomyces) dan Trichophyton. Sementara jamur yang menyerang organ dalam antara lain Aspergillus, Candida, dan Mucor.

Upaya penyembuhannya sangat sulit dan memerlukan waktu lama. Obat yang dapat dipakai sebagai obat luar seperti iodium tinctur 2%, larutan Povidone, larutan Lugol, Ketoconazol, atau Itraconazol. Adapun obat suntikan adalah Amphotericine B.

1. Amoebiasis

Amoebiasis merupakan penyakit menular yang menyebabkan kerusakan dinding usus dan hati. Penyebabnya ialah protozoa amoeba. Gejalanya antara lain nafsu makan hilang serta feses berlendir, berdarah, dan berbau busuk. Diagnosis hanya dapat dilakukan di laboratorium kehewanan.

Penyakit ini dicegah dengan menjaga kebersihan kandang dan peralatan. Pengobatannya dengan preparat sulfa seperti Sulfaquinoxyline (75 mg/kg) yang diberikan melalui selang karet ke mulut atau dengan Sulfamethoxydiazone (40—80 mg/kg) yang disuntikkan sekali sehari selama 4—5 hari. Selain itu, dapat digunakan kombinasi Trimchoprim dan Sulfadiazine (30 mg/kg) melalui mulut.

E. Membiakkan Ular

Yang perlu diperhatikan:

– jenis kelamin ular sulit ditentukan
– ular dapat melahirkan anak ataupun menetaskan telur tergantung jenisnya
Bentuk, ukuran, warna, dan sebagainya dari ular tidak berbeda sehingga sulit menentukan jantan dan betinannya. Hal ini hanya dapat ditentukan oleh orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Untuk keperluan ini, gunakan tongkat kayu kecil yang tumpul dengan cara ditekankan ke bagian kloaka ular yang panjangnya kurang dari 45 cm. Bila ada tonjolan di dalamnya maka ular tersebut berkelamin jantan. Tonjolan ini merupakan penis (alat kelamin jantan). Walaupun demikian, ada beberapa jenis ular yang betinanya pun mempunyai tonjolan walaupun berukuran kecil. Sementara ular yang panjangnya lebih dari 45 cm dapat dilakukan dengan penyusupan tongkat halus dan licin ke dalam kloaka yang diarahkan ke arah ekor. Tongkat tersebut akan masuk lebih pada kloaka jantan dibanding betina.

Jenis ular yang melahirkan anak (ovovivipar) antara lain boa konstriktor, garter, dan rattle. Sementara jenis ular yang bertelur (ovipar) antara lain phyton dan ular tikus. Bentuk telur umumnya lonjong panjang dan seakan berbulu seperti buah kiwi. Telur akan menetas menjadi anak ular setelah dierami 60 hari. Baik ular ovovivipar maupun ovipar, anak-anaknya dapat hidup sendiri tanpa asuhan induknya.

Telur-telur ular dapat ditetaskan secara buatan dengan mesin penetas telur (inkubator). Inkubator yang digunakan untuk ular tidaklah sama seperti untuk unggas. Inkubator ular berupa kotak kayu berlampu listrik. Suhu kotak dipcrtahankan antara 25—27° C dan kelembapannya 75—85%. Agar diketahui suhunya, kotak perlu dilengkapi dengan termometer. Adapun kelembapannya dapat dipenuhi dengan cara pemberian spons atau handuk yang selalu basah.

Setelah kotak inkobator disiapkan, telur dapat diletakkan secara hati-hati di atas hancuran kertas koran. Perlu diingat, suhu dan kelembapan kotak inkubator harus terus dikontrol hingga saat menetas. Kelembapan terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur atau kapang sehingga dapat membunuh telur. Sementara suhu terlalu tinggi dengan kelembapan rendah akan menyebabkan telur menjadi kering dan embrio di dalamnya mati.

Cara merawat kuda

Cara merawat kuda




Merawat 
untuk kuda adalah langkah yang sangat penting hewan peliharaan Hari bahagia dan sehat, dan sehingga Anda akan memiliki pendamping yang selama bertahun-tahun, kuda-kuda adalah hewan yang sangat besar dan kuat, tetapi untuk menjaga situasi .. perlu sedikit perhatian Kuda membutuhkan konstan. perawatan Mereka juga makhluk sosial dan membutuhkan kontak yang konstan dengan orang-orang dan kuda lain,. tidak akan bosan. menjaga kuda membutuhkan masuknya waktu dan uang Anda harus memberikan perlindungan bagi hewan dan kandang,. dan, tentu saja, pembersihan biasa. kuda membutuhkan pakan harian dan penyiraman dan perawatan, termasuk vaksinasi. Di sini Anda akan menemukan petunjuk tentang cara merawat kuda. u kuda Pengaturan 
. / u 
u / u Kuda membutuhkan beberapa bentuk perlindungan yang akan melindungi mereka dari kondisi lingkungan yang merugikan perlu naungan di musim panas dan perlindungan dari angin dingin di musim dingin.. Ini mungkin sebuah gudang, stabil, semak, atau sekotak tirai shading. Jika kuda disimpan dalam kotak kecil harus dihilangkan paddock harian memiliki lalu lintas yang cukup . pagar harus dalam kondisi baik Cobalah untuk menghindari kawat berduri karena kuda dapat terjerat di dalamnya.. seluruh daerah di sekitar gudang dan semua padang rumput untuk melihat hati-hati dan melihat apakah Anda tidak bisa tumbuh di atasnya ada tanaman beracun yang bisa berbahaya untuk kuda. Gates akan harus aman dan terlindungi dengan baik, karena kuda dapat belajar bagaimana membukanya Jika Anda menjalankan kuda untuk sebagian besar tertutup oleh tanah atau pasir, pakan harus disimpan dalam per barel,. atau dengan mengurangi konsumsi pasir, karena dapat menyebabkan kejang pada hewan tersebut. 
u perawatan dan investasi / u. Kuda 
harus memiliki akses konstan ke air tawar Nah,. jika mereka juga garam mineral atau pemegang mineral blok. Kuda yang merumput di padang rumput, mereka memiliki akses konstan untuk makanan, sehingga lebih sering mereka diberi makan, semakin baik, tetapi diterima bahwa kuda-kuda di kandang untuk memberi makan dua kali sehari, pagi dan sore. komponen utama diet adalah serat kuda dan jerami. Jika kuda itu disimpan di padang rumput, jerami harus diberi makan, selama dan memiliki akses ke rumput hijau. jumlah dan jenis makanan kuda tergantung pada ukuran dan aktivitas. berlaku untuk membahas jenis makanan di dokter hewan, ia akan membantu Anda memilih yang terbaik untuk kuda Anda. Anda harus sangat berhati-hati untuk tidak memberikan terlalu banyak pakan ternak dengan kadar protein tinggi. Jika kuda itu memiliki banyak protein, dan tidak terlalu aktif, Anda mungkin mengalami masalah dengan kuku mereka. makanan terbaik dapat diperoleh dengan mencampur beberapa jenis jerami, misalnya, adalah perpaduan sempurna antara jerami dan jerami rumput dengan nilai kalori tinggi alfalfa. makanan yang mengandung biji-bijian merupakan suplemen yang sangat baik, tetapi Anda harus hati-hati untuk tidak berlebihan. makan gandum berlebih juga dapat menyebabkan masalah dengan kuku. tinggal jauh dari gandum dan umpan manis, mereka memiliki terlalu banyak kalori dan kuda menjadi hiperaktif. Bicaralah dengan dokter hewan Anda dan mengatur jenis makanan dalam jumlah gerakan kuda. Jika Anda peduli tentang kuda menambah berat badan, tambahkan minyak jagung untuk pakan Anda juga dapat menambahkan komponen khusus untuk vitamin nutrisi untuk memperkuat sendi dan kuku binatang.. Jangan pernah memberi makan kuda sebelum dan setelah latihan karena hal ini dapat menyebabkan pencernaan kłopotówz pinggir laut perawatan. 
kuda / u. pinggir laut 
/ u Kuda perlu perawatan rutin untuk menjaga rambut mereka dalam kondisi baik. Hal ini juga memungkinkan Anda untuk memeriksa apakah kuda tidak memiliki lecet, luka atau kutu. kuku harus secara teratur diperiksa dan dibersihkan slot tidak mengumpulkan batu. Jika bagian bawah kuku menjadi putih, maka kemungkinan besar kuda Anda memiliki kurap Ini biasanya disebabkan dengan berdiri di lumpur.. biasanya cukup untuk memindahkan kuda di tempat yang kering, tetapi ada kasus di mana pengobatan dibutuhkan u perilaku 
kuda / u 
. Kuda. hewan ternak. Jika padang rumput yang terletak beberapa hewan pada saat yang sama, mereka harus saling bersepakat hirarki. sangat normal yang kuda-kuda dari waktu ke waktu untuk menggigit dan menendang satu sama lain. Namun, jika terjadi terlalu sering, dan memiliki bentuk yang sangat agresif, harus diberikan untuk pemisahan hewan. padang rumput kuda biasanya bergerak dalam kelompok dan menentukan perubahan, itu akan berdiri menonton sementara yang lain memilih untuk bersantai Sementara mencabut rumput di padang rumput, semua kuda akan dapat UU makan bersama.. Jika Anda memberi mereka makan dari laporan, berpikir tentang hal ini, akan cukup ruang untuk sekaligus Mungkin memiliki sesuatu untuk dimakan, jika tidak mereka akan konflik muncul di antara mereka. juga Anda dapat memberi makan kuda di kandang, sehingga Anda dapat lebih memantau jumlah zjadanej makanan pada hewan masing-masing individu kuda enggan meninggalkan kelompok., sehingga Anda memiliki beberapa masalah dengan penghapusan salah satu kawanan untuk memberi makan ke dalam kandang.

Cara merawat ikan cupang

Cara merawat ikan cupang



kan cupang dikenal pula sebagai ikan beta atau ikan Siam merupakan ikan hias yang relatif mudah dipelihara.

Untuk alasan ini, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk merawat mereka.

Sekali ikan  cupang ditempatkan dalam wadah, Anda hanya perlu memberi makan dan mengganti airnya secara teratur.

Berikut adalah tips merawat ikan cupang:

1. Siapkan wadah sebelum Anda membeli ikan cupang. Ambil ember kosong dan isi dengan air bersih. Diamkan beberapa saat hingga air memiliki temperatur sama dengan suhu kamar.

2. Tambahkan batuan dan tanaman palsu ke dalam wadah. Tuangkan air dari ember ke dalam wadah.

3. Periksa suhu air dengan termometer. Suhu harus berada antara 22 hingga 27 derajat Celsius.

4. Periksa perbedaan suhu air antara wadah di rumah dengan wadah dari penjual ikan cupang. Pastikan suhu air dari kedua wadah tidak terpaut jauh.
5. Pindahkan cupang ke wadah dengan hati-hati. Proses pemindahan yang tidak mulus akan membuat cupang menjadi stres.
6. Beri makan ikan cupang dengan pelet atau makanan kering. Cupang juga bisa diberi makan pakan hidup seperti jentik nyamuk dan cacing.
7. Bersihkan wadah cupang setidaknya sekali seminggu. Siapkan dahulu tempat penampungan cupang saat Anda membersihkan wadahnya.
Pindahkan cupang ke wadah sementara menggunakan jaring ikan.
8. Cuci bagian dalam wadah secara menyeluruh dengan air hangat dan lap bersih dengan kain lembut. Cuci batuan dan tanaman palsu untuk menghilangkan kotoran dan lendir.
9. Tempatkan batu dan tanaman kembali ke dalam wadah. Isi ulang wadah dengan air bersih.
Jika perlu, diamkan air beberapa saat untuk mencapai suhu kamar. Pindahkan kembali cupang ke dalam wadah yang sudah dicuci dan diganti airnya.[]

Cara merawat monyet

Cara merawat monyet



Dear, meski banyak orang lebih tertarik untuk memelihara kucing, hamster, kelinci, anjing, dan hewan-hewan peliharaan familiar lainnya, ternyata masih banyak lho yang tertarik memelihara hewan jenis lain. Monyet misalnya.

Bagi sebagian orang membayangkan memelihara primata yang secara fisik hampir mirip manusia ini saja sulit, apalagi memeliharanya. Namun, bagi sebagian lain memelihara monyet justru menghadirkan tantangan tersendiri. Nah, apakah kamu termasuk di dalamnya? Jika iya, yuk simak tips berikut ini:

1. Perhatikan Ukuran Kandang

Sesuai kodratnya sebagai hewan yang hidup di alam bebas, monyet merupakan hewan yang aktif dan memerlukan banyak latihan. Karenanya, membuatkan kandang berukuran kecil untuk si aktif ini adalah hal yang sia-sia. Alih-alih menikmati ‘rumah baru’-nya, monyet justru akan tidak betah berada di dalam kandangnya.

Oleh sebab itu, buatkan kandang yang aman dan luas untuknya. Ini memungkinkan si aktif lebih leluasa bergerak dan bermain di kandangnya. Di samping itu, kandang yang luas pun akan mempermudah kita merawat si aktif ini. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan kandang si aktif, agar ia tak mudah terserang penyakit.

2. Perhatikan Jenis Makanan dan Jumlahnya

Seperti yang kita ketahui, monyet merupakan penikmat buah, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan. Berikan asupan yang cukup dan berimbang pada monyet kita dengan jenis dan kadar yang tepat agar ia selalu sehat. Meski monyet pemakan buah dan sayur, tak ada salahnya jika sesekali kita memberikan kadal untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.

3. Rutin Cek Kesehatan

Seperti halnya manusia, monyet pun harus senantiasa dijaga kesehatannya. Oleh karenanya, bawalah monyet kita ke dokter secara rutin untuk memeriksa kesehatannya, minimal setahun sekali.

Penting untuk diketahui bahwa tak semua dokter hewan benar-benar memahami monyet dengan baik. Untuk mengantisipasi kesulitan perawatan medis dalam memelihara monyet, cari tahu lokasi dokter hewan terpercaya sebelum memutuskan memelihara primata yang satu ini.

4. Jaga Komitmen

Sama halnya dengan hewan peliharaan lain, monyet pun butuh perhatian dan kasih sayang dari sang tuan. So, jika sudah berkomitmen untuk memelihara monyet, jagalah komitmen itu. Hal ini penting, karena monyet tergolong makhluk yang suka bersosialisasi. Monyet membutuhkan rangsangan mental berupa interaksi dengan sang tuan secara rutin. Jika tidak, ia akan murung, tidak agresif, dan cenderung lebih mudah sakit. (nits)

7 Cara Merawat Marmut

7 Cara Merawat Marmut



Berikut adalah beberapa tips merawat marmut kesayangan Anda:

1. Memilih Kandang

Pilih kandang yang tepat untuk marmut Anda. Pilih kandang yang memiliki cukup ruang bagi marmut untuk bergerak di dalamnya dengan nyaman.

Jangan menempatkan marmut dalam akuarium yang tidak ada ventilasi udaranya maupun dalam kandang kawat karena bisa menyakiti mereka.

2. Tempat Tidur yang Bebas Racun

Hanya gunakan bahan-bahan yang tidak beracun untuk alas kandang.

Marmut suka mengunyah dan akan mengunyah benda apapun yang ada di dalam kandang.

Oleh karena itu, semua benda dalam kandang tidak boleh ada yang beracun untuk mencegah marmut sakit atau keracunan.

3. Makanan

Beri makan marmut setiap hari. Tersedia makanan marmut yang bisa dibeli di toko, namun penting untuk melengkapi makanan ini dengan sayuran hijau seperti kangkung dan selada.

Anda juga bisa memberikan buah segar seperti irisan apel atau anggur sebagai makanan selingan untuk marmut.

4. Jerami

Sediakan jerami di kandang marmut. Jerami tersebut biasanya digunakan untuk membuat sarang dan dijadikan camilan oleh marmut.

5. Persediaan Air Minum

Sediakan selalu air segar untuk marmut Anda. Cara terbaik adalah dengan menyediakan wadah air yang menempel pada kandang.

Periksa wadah air tersebut secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran.

6. Kebersihan Kandang

Jagalah kebersihan kandang marmut. Meskipun marmut juga berusaha menjaga kebersihan kandang, tetapi mereka tetap membutuhkan bantuan Anda.

7. Perawatan Bulu Marmut

Sikat atau sisir bulu marmut dengan sisir kecil.

Bulu marmut relatif pendek sehingga tidak memerlukan penyisiran yang rumit seperti hewan yang berbulu lebat dan panjang 

Melakukan perawatan marmut juga akan memberikan Anda waktu untuk menjalin ikatan dengannya.

Tips Tambahan

Marmut membutuhkan vitamin C, oleh karena itu pastikan mereka mendapatkan cukup vitamin C.

Cari tahu tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh dimakan oleh marmut.

Beberapa makanan dapat membuat mereka sangat sakit. Misalnya, marmut bisa makan selada tapi makan selada dapat membuat mereka sakit.

Jangan meninggalkan marmut sendiri dengan hewan lain, termasuk kucing atau anjing.[]

Cara merawat kelinci

Memelihara Kelinci untuk Pemula




1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.

2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.

3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.

4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.

5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.

6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.

7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).

8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.

9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.

10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.

11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.

12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).

13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.

14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.

15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.

Cara merawat burung

Burung 



Tips Merawat Burung Kenari

Sekarang ini merupakan musim hujan, dan hampir setiap hari terjadi hujan. Apabila kondisi seperti ini berjalan dalam jangka waktu yang lama tentu akan menjadikan suhu udara menjadi lebih dingin dan suasana lingkungan sekitar yang lembab. Ditambah lagi dengan terik matahari yang jarang menyinari bumi ini, tentu akan menambah suasanya menjadi tidak cerah.

Maka dari itu kenari mania harus mewaspadai kondisi yang seperti ini, karena kondisi di musim hujan seperti ini juga dapat mempengaruhi kesahatan burung kenari yang kita miliki. Biasanya burung kenari performanya menurun atau kurang fit, sehingga menyebabkan kenari menjadi malas bunyi atau disebut dengan macet bunyi, bahkan bisa juga burung lebih rentan sakit. Bagi burung kenari yang tidak biasa dengan kondisi cuaca yang dingin, tentu akan berdampak buruk bagi burung tersebut. Oleh karena itu perlu adanya perawatan khusus pada saat musim penghujan seperti sekarang ini. Adapun hal-hal yang harus dilakukan dalam merawat burung kenari, diantaranya adalah sebagai berikut.





Membersihkan kandang Kenari
Kandang kenari harus tetap bersih dari berbagai kotoran, karena kondisi yang lebab pada kandang kenari dapat memicu timbulnya berbagai jenis penyakit seperti jamur, virus, dan bakteri. Bila perlu lakukan penyemprotan desinfektan atau obat anti bakteri.

Jangan terlalu sering memandikan kenari
Memandikan burung kenari harus menyesuaikan kondisi cuaca, tapi jangan terlalu keseringan karena kondisi yang dingin, jika kenari dipaksakan untuk dimandikan maka bisa menyebabkan kenari menjadi sakit.

Lakukan penjemuran ketika ada terik matahari
Pada musim hujan biasanya jarang ada terik matahari, karena cuaca yang selalu mendung dan gelap. Nah, ketika ada kesempatan yakni ada sinar matahari, maka lakukan penjemuran secukupnya, karena penjemuran bermanfaat dalam menjaga kekebalan tubuh kenari agar kenari tetap segar dan tidak loyo.

Perbanyak porsi makanan EF
Bila perlu tambahkan 1 hingga 4 jangkrik, atau juga bisa ulat hongkong sebagai makanan tambahan yang mana jenis pakan tersebut bersifat panas, jadi bermanfaat untuk menghangatkan badan kenari. Jangan sampai memberikan EF terlalu banyak, karena pemberian pakan yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan kenari

Mengerodong Kenari
Jika kondisi cuacanya dingin ataupun di waktu malam hari, maka lakukan pengerondongan agar kenari tidak merasa kedinginan.

Cukup sekian penjelasan mengenai Tips Merawat Burung Kenari ketika musim penghujan, jadi silahkan terapkan tips-tips yang telah kami bagikan kepada anda untuk merawat kenari anda supaya tetap sehat. Silahkan baca juga artikel tentang kenari lainnya yakni berjudul faktor yang mempengaruhi harga kenari.